Tips Do'a Kilat Khusus Bagi yang Super Sibuk
Do'a itu macam-macam jenisnya, ada yang panjang-panjang, ada pula yang pendek-pendek. Bagi mereka yang punya banyak waktu luang bisa memilih do'a yang panjang-panjang, dan bagi mereka yang sibuk boleh memilih do'a yang pendek-pendek, yang penting do'anya dimunajatkan dengan khusyu' dan ikhlas.
Kalau misalnya anda kebetulan menemui moment yang super sibuk, jangan lupa untuk tetap berdo'a. Misalnya anda memilih do'a yang pendek, do'a yang sudah pendek itu boleh diwinzip atau dikompress menjadi lebih singkat dan padat, yang biasanya satu paragraf menjadi satu baris saja. Lho..., gimana caranya???
Gampang,...
Pertama, inventarisir dulu apa yang akan anda minta dari Tuhan. Boleh dengan membuat daftar permintaan.
Kedua, yakinkan diri anda. Apakah permintaan anda itu sudah cukup atau belum, atau mungkin ada yang mau ditambahkan ataupun dikurangi.
Ketiga, jangan sekali-kali berburuk sangka bahwa do'a anda tidak akan dipenuhi Tuhan. Dari pada su'udzon kepada Tuhan mendingan nggak usah berdoa saja. Karena itu sama saja dengan buang-buang waktu.
Keempat, jika poin di atas sudah selesai, bubuhkanlah bacaan basmallah, hamdallah, dan shalawat Nabi sebelum anda memanjatkan permintaan anda kepada Tuhan, agar do'a anda sampai ke tujuan dan tidak terkatung-katung di bawah 'Arsy.
Kelima, gantilah daftar permintaan anda yang banyak tadi dengan kalimat sederhana dan singkat yang bunyinya kira-kira begini: "Ya Allah Yang Maha Tahu, Engkau Tahu yang Aku Mau, Maka Kabulkanlah Permintaanku, Amiiin"
Jika ternyata do'a anda tidak dikabulkan Tuhan, jangan segan-segan untuk sering-sering berdo'a kepada-Nya, karena pada akhirnya Dia akan merasa iba juga kepada anda, karena Tuhan memang memang Maha Iba kepada semua makhluk-Nya.
http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/8/24470/Humor/Tips_Do_a_Kilat_Khusus_Bagi_yang_Super_Sibuk.html
DPR Kirim Tim Kesiapan Haji
DPR Kirim Tim Kesiapan Haji
JAKARTA– Komisi VIII DPR dalam waktu dekat akan mengirimkan tim ke Mekkah, Arab Saudi, untuk meninjau kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2011 mendatang.
“Kami akan mengirim dua tim ke sana (Arab Saudi) untuk memantau kesiapannya,” ujar anggota Komisi VIII DPR Imran Muchtar saat dihubungi Seputar Indonesia (SINDO)kemarin. Menurut dia, tim tersebut rencananya akan diberangkatkan akhir Mei dan awal Juni mendatang.Kedua tim nantinya akan melihat sejauh mana kesiapan pelaksanaan haji yang akan datang seperti pemondokan, katering.
“Kami masih menunggu bagaimana teknis pelaksanaannya, karena sekarang masih dalam masa reses. Mereka ada yang berkunjung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” terangnya. Hasil kunjungan tersebut, kata dia, nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Komisi VIII DPR saat menggelar rapat dengan Kementerian Agama (Kemenag) membahas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2011.
Politikus dari Partai Demokrat itu memprediksi, jika tidak menemukan kendala, pembahasan BPIH akan dilaksanakan pada Juni mendatang setelah kedatangan kedua tim tersebut dari Arab Saudi. Pihaknya berharap, penyelenggaraan ibadah haji yang akan datang jauh lebih baik, terutama dalam hal pelayanan kepada jamaah. Dengan demikian mereka yang pergi haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
“Tahun kemarin sudah cukup baik,ke depan harus lebih baik lagi,”paparnya. Direktur Pelayanan Haji, Kementerian Agama Zainal Abidin Supi mengatakan, pihaknya terus melakukan persiapan menjelang penyelenggaraan haji 2011 mendatang. Menurut dia, saat ini, pemondokan bagi jamaah haji telah melebihi target, yakni 84,02% dari target semula 80%. Pihaknya berharap, kerja keras tim pemondokan yang hingga kini masih berada di lapangan mampu mendapatkan pemondokan 100% di ring I.
“Sudah lebih dari 80%, yakni 84,02%. Mudah-mudahan jamaah bisa 100% berada ring I semua,”katanya. Selain pemondokan, kata dia,Kemenag juga telah menetapkan kuota bagi jamaah haji di tiap provinsi dan kabupaten. Penetapan kuota tersebut belum termasuk kuota tambahan yang diajukan oleh Kemenag ke Pemerintah Saudi. Menurut Zainal, kuota sementara jamaah haji yang sudah pasti dan telah diterima sebesar 211.000 jamaah, terdiri atas 17.000 untuk jamaah haji khusus dan sisanya sebanyak 194.000 untuk jamaah haji reguler.
Kuota ini sama dengan kuota pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Zainal berharap tambahan kuota yang diajukan Kemenag sebesar 238.000 mendapat persetujuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sehingga antrean panjang jamaah di waiting list dapat dikurangi. Menurut dia, pihaknya telah menandatangani kuota jamaah haji bagi per provinsi.Untuk jamaah haji yang berada di kabupaten dan kota sepenuhnya ditentukan oleh provinsi setempat.
”Kebijakan pimpinan yang antreannya panjang dikasih lebih banyak,”tandasnya. Menurut dia,kepastian perolehan kuota haji 2011 secara keseluruhan, termasuk kuota tambahan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,akan diketahui pada Juni mendatang. ”Saat ini, pembuatan paspor bagi jamaah haji Indonesia juga sedang dalam persiapan oleh pihak Imigrasi,”katanya. Seperti diketahui, lokasi pemondokan bagi jamaah di ring I sekitar 2.000 meter dari Masjidilharam, Mekkah, terus mengalami perbaikkan.
Sebelumnya, pada penyelenggaraan haji 2010 lalu,pemondokan jamaah di ring I mencapai 63%, sedangkan sisanya sebanyak 27% berada di ring II. Untuk memperbaiki pengelolaan pengangkutan jamaah, Kemenag akan mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan maskapai penerbangan swasta dalam penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
Direktur Pelayanan Haji Kemenag Zainal Abidin Supi mengatakan, partisipasi maskapai penerbangan swasta dalam pelayanan haji sangat dimungkinkan selama memenuhi persyaratan yang ditentukan. “Kalau memenuhi ketentuan dan persyaratan, kemungkinan itu ada,”ujarnya. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya kemampuan maskapai dalam mengangkut jamaah haji yang akan berangkat ke Mekkah.Selain itu, memiliki izin landing atau pendaratan di bandara Arab Saudi, termasuk seleksi yang akan diterapkan bagi maskapai.
MenurutZainal,pihaknya juga akan melihat penawaran yang akan diberikan tiap maskapai penerbangan. Dalam hal ini, pemerintah tentunya akan mencari tarif yang lebih murah sehingga tidak memberatkan jamaah. Meski demikian, pemerintah tidak semata-mata melihat faktor tersebut. Faktor lain yang juga menjadi pertimbangan adalah jaminan ketepatan waktu dalam memberangkatkan jamaah haji sesuai jadwal yang ditentukan.
Karena itu,keterlibatan maskapai penerbangan swasta dalam pelaksanaan ibadah haji sangat bergantung pada kesiapan maskapai itu sendiri. “Siap apa tidak dengan persyaratan yang harus dipenuhi, nanti ada tim yang akan mengevaluasi,” ujarnya. sucipto
Sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396667/
JAKARTA– Komisi VIII DPR dalam waktu dekat akan mengirimkan tim ke Mekkah, Arab Saudi, untuk meninjau kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2011 mendatang.
“Kami akan mengirim dua tim ke sana (Arab Saudi) untuk memantau kesiapannya,” ujar anggota Komisi VIII DPR Imran Muchtar saat dihubungi Seputar Indonesia (SINDO)kemarin. Menurut dia, tim tersebut rencananya akan diberangkatkan akhir Mei dan awal Juni mendatang.Kedua tim nantinya akan melihat sejauh mana kesiapan pelaksanaan haji yang akan datang seperti pemondokan, katering.
“Kami masih menunggu bagaimana teknis pelaksanaannya, karena sekarang masih dalam masa reses. Mereka ada yang berkunjung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” terangnya. Hasil kunjungan tersebut, kata dia, nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Komisi VIII DPR saat menggelar rapat dengan Kementerian Agama (Kemenag) membahas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2011.
Politikus dari Partai Demokrat itu memprediksi, jika tidak menemukan kendala, pembahasan BPIH akan dilaksanakan pada Juni mendatang setelah kedatangan kedua tim tersebut dari Arab Saudi. Pihaknya berharap, penyelenggaraan ibadah haji yang akan datang jauh lebih baik, terutama dalam hal pelayanan kepada jamaah. Dengan demikian mereka yang pergi haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
“Tahun kemarin sudah cukup baik,ke depan harus lebih baik lagi,”paparnya. Direktur Pelayanan Haji, Kementerian Agama Zainal Abidin Supi mengatakan, pihaknya terus melakukan persiapan menjelang penyelenggaraan haji 2011 mendatang. Menurut dia, saat ini, pemondokan bagi jamaah haji telah melebihi target, yakni 84,02% dari target semula 80%. Pihaknya berharap, kerja keras tim pemondokan yang hingga kini masih berada di lapangan mampu mendapatkan pemondokan 100% di ring I.
“Sudah lebih dari 80%, yakni 84,02%. Mudah-mudahan jamaah bisa 100% berada ring I semua,”katanya. Selain pemondokan, kata dia,Kemenag juga telah menetapkan kuota bagi jamaah haji di tiap provinsi dan kabupaten. Penetapan kuota tersebut belum termasuk kuota tambahan yang diajukan oleh Kemenag ke Pemerintah Saudi. Menurut Zainal, kuota sementara jamaah haji yang sudah pasti dan telah diterima sebesar 211.000 jamaah, terdiri atas 17.000 untuk jamaah haji khusus dan sisanya sebanyak 194.000 untuk jamaah haji reguler.
Kuota ini sama dengan kuota pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Zainal berharap tambahan kuota yang diajukan Kemenag sebesar 238.000 mendapat persetujuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sehingga antrean panjang jamaah di waiting list dapat dikurangi. Menurut dia, pihaknya telah menandatangani kuota jamaah haji bagi per provinsi.Untuk jamaah haji yang berada di kabupaten dan kota sepenuhnya ditentukan oleh provinsi setempat.
”Kebijakan pimpinan yang antreannya panjang dikasih lebih banyak,”tandasnya. Menurut dia,kepastian perolehan kuota haji 2011 secara keseluruhan, termasuk kuota tambahan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,akan diketahui pada Juni mendatang. ”Saat ini, pembuatan paspor bagi jamaah haji Indonesia juga sedang dalam persiapan oleh pihak Imigrasi,”katanya. Seperti diketahui, lokasi pemondokan bagi jamaah di ring I sekitar 2.000 meter dari Masjidilharam, Mekkah, terus mengalami perbaikkan.
Sebelumnya, pada penyelenggaraan haji 2010 lalu,pemondokan jamaah di ring I mencapai 63%, sedangkan sisanya sebanyak 27% berada di ring II. Untuk memperbaiki pengelolaan pengangkutan jamaah, Kemenag akan mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan maskapai penerbangan swasta dalam penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
Direktur Pelayanan Haji Kemenag Zainal Abidin Supi mengatakan, partisipasi maskapai penerbangan swasta dalam pelayanan haji sangat dimungkinkan selama memenuhi persyaratan yang ditentukan. “Kalau memenuhi ketentuan dan persyaratan, kemungkinan itu ada,”ujarnya. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya kemampuan maskapai dalam mengangkut jamaah haji yang akan berangkat ke Mekkah.Selain itu, memiliki izin landing atau pendaratan di bandara Arab Saudi, termasuk seleksi yang akan diterapkan bagi maskapai.
MenurutZainal,pihaknya juga akan melihat penawaran yang akan diberikan tiap maskapai penerbangan. Dalam hal ini, pemerintah tentunya akan mencari tarif yang lebih murah sehingga tidak memberatkan jamaah. Meski demikian, pemerintah tidak semata-mata melihat faktor tersebut. Faktor lain yang juga menjadi pertimbangan adalah jaminan ketepatan waktu dalam memberangkatkan jamaah haji sesuai jadwal yang ditentukan.
Karena itu,keterlibatan maskapai penerbangan swasta dalam pelaksanaan ibadah haji sangat bergantung pada kesiapan maskapai itu sendiri. “Siap apa tidak dengan persyaratan yang harus dipenuhi, nanti ada tim yang akan mengevaluasi,” ujarnya. sucipto
Sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/396667/
Mahbub Djunaidi Mendebat Malaikat
Mahbub Djunaidi Mendebat Malaikat
Nahdlatul Ulama punya tokoh pers yang masyhur di negeri ini. Selain sukses memimpin Duta Masyarakat, koran milik NU, di era 50 hingga 70-an, mendiang Mahbub juga lihai menulis esai-esai. Esianya sangat khas, unik, dan oleh karena itu berkarakter.
Salah satu karakter yang melekat pada tulisan-tulisannya adalah humor. Ya, dalam tulisan, dia adalah pendekar humor, di samping tentu saja gesit berargumentasi.
Saking pandainya berargumentasi dan menggelontar humor, sampai-sampai dia diimajinasikan berdebat dengan malaikat di pintu pengadilan akhirat.
"Ya Mahbub, silahkan cuci dulu tubuh Anda di kolam sebelah kiri," perintah malaikat sambil mengarahkan tongkatnya ke kolam hitam dan berasap.
"Sebentar Bang. saya sedang kena deadline, ditunggu tukang layout ini." jawab Mahbub.
"Bang-bang, emangnya saya abang mi. Lagian, apa itu deadline dan tukang lay out?" tanya Malaikat.
"Walah Bang-bang, ente dealine aja tidak tahu. Kaya gitu berani perintah ane. Sudah, ane mau langsung ketemu Guse aja," bentak Mahbub.
"Guse itu siapa? tanya Malaikat.
"Ya Gusti Allah. Siapa lagi?"
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=
news_view&news_id=26303
Nahdlatul Ulama punya tokoh pers yang masyhur di negeri ini. Selain sukses memimpin Duta Masyarakat, koran milik NU, di era 50 hingga 70-an, mendiang Mahbub juga lihai menulis esai-esai. Esianya sangat khas, unik, dan oleh karena itu berkarakter.
Salah satu karakter yang melekat pada tulisan-tulisannya adalah humor. Ya, dalam tulisan, dia adalah pendekar humor, di samping tentu saja gesit berargumentasi.
Saking pandainya berargumentasi dan menggelontar humor, sampai-sampai dia diimajinasikan berdebat dengan malaikat di pintu pengadilan akhirat.
"Ya Mahbub, silahkan cuci dulu tubuh Anda di kolam sebelah kiri," perintah malaikat sambil mengarahkan tongkatnya ke kolam hitam dan berasap.
"Sebentar Bang. saya sedang kena deadline, ditunggu tukang layout ini." jawab Mahbub.
"Bang-bang, emangnya saya abang mi. Lagian, apa itu deadline dan tukang lay out?" tanya Malaikat.
"Walah Bang-bang, ente dealine aja tidak tahu. Kaya gitu berani perintah ane. Sudah, ane mau langsung ketemu Guse aja," bentak Mahbub.
"Guse itu siapa? tanya Malaikat.
"Ya Gusti Allah. Siapa lagi?"
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=
news_view&news_id=26303
menemukan kendi ajaib
Suatu ketika ada tiga orang masing-masing pemabuk, penggila wanita dan satunya lagi perokok berat
menemukan kendi ajaib.Saat menggosok-gosok nya ternyata ada jin bebas keluar dari kendi tersebut. Karena telah berjasa terhadap jin itu, ketiga orang ditawari imbalan oleh jin sesuai dengan permintaanya.
Si pemabuk minta arak dengan segala jenis. Si penggila wanita pun demikian mendapat kiriman wanita-wanita cantik dibawa ke kamar si penggila wanita tadi.
Sang perokok berat pun meminta hal sama. Ia meminta rokok berbagai merk untuk dirasakan sepuasnya. Setelah diberikan hadiah tadi, Mereka menikmati pemberiannya di kamar masing-masing.
Esok harinya, jin tadi mengecek kepada masing-masing kamar ketiga orang tersebut.
Kamar pemabuk, orangnya lunglai terkapar mati kebanyakan minum arak, begitu pula si penggila wanita mati kehabisan tenaga bersama wanita-wanita tadi.
Namun, ketika membuka kamar sang perokok berat, jin kaget karena orang tadi masih segar bugar.
Si perokok berat dengan gagahnya keluar kamar sambil memukuli jin tadi.
” kamu itu gimana to jin, ngasih kesenangan rokok, tapi aku gak bisa menikmati pemberianmua,”kata orang tadi. “Kok bisa…”tanya Jin.
“Lha kamu tuh aneh, mosok ngasih rokok gak ada koreknya. Kapan menikmatinya.”gerutu perokok sambil memukul wajah sang Jin.
OOOOOOalaah. Ternyata sang perokok dituruti kemauannya tanpa diberi korek api. Tentu saja perokok berat tidak bisa menikmati pemberian jin..(qomarul adib)
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=
news_view&news_id=26889
menemukan kendi ajaib.Saat menggosok-gosok nya ternyata ada jin bebas keluar dari kendi tersebut. Karena telah berjasa terhadap jin itu, ketiga orang ditawari imbalan oleh jin sesuai dengan permintaanya.
Si pemabuk minta arak dengan segala jenis. Si penggila wanita pun demikian mendapat kiriman wanita-wanita cantik dibawa ke kamar si penggila wanita tadi.
Sang perokok berat pun meminta hal sama. Ia meminta rokok berbagai merk untuk dirasakan sepuasnya. Setelah diberikan hadiah tadi, Mereka menikmati pemberiannya di kamar masing-masing.
Esok harinya, jin tadi mengecek kepada masing-masing kamar ketiga orang tersebut.
Kamar pemabuk, orangnya lunglai terkapar mati kebanyakan minum arak, begitu pula si penggila wanita mati kehabisan tenaga bersama wanita-wanita tadi.
Namun, ketika membuka kamar sang perokok berat, jin kaget karena orang tadi masih segar bugar.
Si perokok berat dengan gagahnya keluar kamar sambil memukuli jin tadi.
” kamu itu gimana to jin, ngasih kesenangan rokok, tapi aku gak bisa menikmati pemberianmua,”kata orang tadi. “Kok bisa…”tanya Jin.
“Lha kamu tuh aneh, mosok ngasih rokok gak ada koreknya. Kapan menikmatinya.”gerutu perokok sambil memukul wajah sang Jin.
OOOOOOalaah. Ternyata sang perokok dituruti kemauannya tanpa diberi korek api. Tentu saja perokok berat tidak bisa menikmati pemberian jin..(qomarul adib)
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=
news_view&news_id=26889
Mbah Wahab Mencari Sopir
Diposting oleh
ponpes Al-uqolak
di
01.59
|
Ketika NU memutuskan diri untuk berpisah dari Masyumi dan menjadi partai sendiri, banyak orang yang meragukan atas kemampuan NU dalam mempersiapkan SDM-nya. Salah satu politisi Masyumi, Isa Anshari, pernah menanyakan kepada Kiai Wahab/mbah Wahab dengan nada berolok mengenai minimnya SDM yang dimiliki NU untuk mengisi jabatan-jabatan publik.
Isa bertanya “Kiai, jika NU jadi partai politik, apakah sudah mempersiapkan tokoh-tokoh andalnya untuk menjadi menteri, duta besar, gubernur dan sebagainya? Berapa banyak dokter, pengacara, dan insinyur yang dimiliki NU?
Wahab menjawab: “Jika saya membeli sebuah mobil baru, penjualnya tidak bertanya: ‘Pak, bapak bisa menyetir?’ Pertanyaan semacam itu tidak perlu karena jika saya tidak bisa menyetir saya dapat memasang iklan di Koran ‘Dicari Sopir’. Tidak bisa diragukan akan segera ada antrian calon di depan pintu saya”.
Dikutip dari Saifuddin Zuhri, Berangkat dari Pesantren (Jakarta: Gunung Agung, 1987) halm, 339
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&
menu=news_view&news_id=27086
Isa bertanya “Kiai, jika NU jadi partai politik, apakah sudah mempersiapkan tokoh-tokoh andalnya untuk menjadi menteri, duta besar, gubernur dan sebagainya? Berapa banyak dokter, pengacara, dan insinyur yang dimiliki NU?
Wahab menjawab: “Jika saya membeli sebuah mobil baru, penjualnya tidak bertanya: ‘Pak, bapak bisa menyetir?’ Pertanyaan semacam itu tidak perlu karena jika saya tidak bisa menyetir saya dapat memasang iklan di Koran ‘Dicari Sopir’. Tidak bisa diragukan akan segera ada antrian calon di depan pintu saya”.
Dikutip dari Saifuddin Zuhri, Berangkat dari Pesantren (Jakarta: Gunung Agung, 1987) halm, 339
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&
menu=news_view&news_id=27086
Langganan:
Postingan (Atom)
